Ketika (Saya) Belajar Menulis Novel

SQ.Alkisah dua tahun yang lalu, saya memutuskan untuk menjajal sebuah kemampuan baru, yaitu menulis novel. Hal yang sangat menantang, karena jujur saja, saya tidak begitu ngeh untuk menulis karya fiksi. Saya memang penyuka novel. Tapi untuk urusan menulisnya, nanti dulu.

Bagi saya, menulis novel lebih repot ketimbang menulis buku. Buku bisa dibuat dari kumpulan-kumpulan artikel yang memiliki tema sama. Seperti buku Proses Kreatif, selama memiliki kesatuan ide yang ingin disampaikan, kumpulan tulisan sudah bisa dibukukan.

Memang untuk permisalan yang lebih menantang, ada juga buku yang dibuat untuk memperkenalkan sebuah konsep. Buku Quantum Ikhlas atau ESQ misalnya, memerlukan proses riset mendalam untuk menulisnya. Karena setiap babnya perlu memiliki hubungan yang kontinyu, analogi-analogi yang saling berhubungan, serta logika yang tidak lepas dari apa yang ingin disampaikan. (more…)

Pengendali Mimpi Ber-setting Banua Kalsel ( Resensi Oneironaut, Sang Pengendali Mimpi )

SQ. Oneironaut bercerita tentang seorang mahasiswa tingkat akhir bernama Sami Akbar, yang kuliah di UNSUR, Universitas Sultan Suriansyah. Sam diceritakan mengalami mimpi-mimpi aneh. Awalnya mimpi-mimpi itu hanya dalam bentuk potongan-potongan cahaya yang kadang terang dan redup. Hingga kemudian, membentuk bayangan-bayangan dan keberadaan dirinya di dalamnya.

Sam tidak menanggapi serius mimpi-mimpi itu. Sampai akhirnya, ia bermimpi terdampar dalam sebuah alam –kota khayali dan bertemu sosok yang merasuki pikirannya. Ia pun merasakan sakit dari dalam kepalanya dan terbangun, mendapati kalau rasa sakit itu terus membekas dan semakin membuatnya penasaran.

Ia mulai berusaha mencari tahu bersama teman akrabnya di satu kampus, Acit. Mereka mengumpulkan informasi dari buku-buku di perpustakaan kampus dan internet. Tanpa diduga, seiring dengan usaha mereka mencari informasi, beberapa kejadian aneh terus terjadi. Mimpi Sam seolah berkembang menjadi pertanda, saat ia bisa menghindari kecelakaan yang bisa saja menimpanya. Sementara Acit, juga berhasil menghindarkan mobilnya dari tabrakan truk di saat-saat terakhir. (more…)

Kesan dari Diskusi Novel Kalimantan Selatan: Pembelajaran Menuju Novel Kalimantan Selatan Berkualitas

SQ. Sekitar dua minggu yang lalu, bang H.E Benyamin mengirimkan undangan acara diskusi bersama, perkembangan novel di Kalimantan Selatan, yang digelar di Perpustakaan Kota Banjarbaru pada Jum’at malam. Syukur alhamdulillah, saya mampu memenuhi undangan tersebut.

Ini ialah pertemuan pertama saya dengan tokoh-tokoh penulis Banua, setelah beberapa tahun tidak terlalu mengikuti perkembangannya. Beberapa figur yang berhadir sudah saya kenal, yaitu Randu Alamsyah, novelis Jazirah Cinta; Sandy Firli, Novelis Rumah Debu; serta beberapa tokoh yang saya “tua” kan; penulis dan pemerhati sastra; Bang H.E Benyamin, Pak Sainul Hermawan, dan Bang Zulfaisal Putra. Sementara beberapa tokoh yang baru saya kenal waktu itu, sekarang sudah menjalin pertemanan lewat FB. (more…)

Menulis Membelajarkan Diri

“Menulis dan belajar, dua sisi mata uang yang menurut saya berkait erat.”

Denni Meilizon

Kalimat yang menginspirasi saya melahirkan istilah Bola Salju Menuliskan Pengalaman
- Snowball Effect of Writing Experience-

SQ. Ada ide menulis yang terpantik. Saat mas Denni Meilizon, seorang pegiat sastra yang juga rekan menulis di FAM Indonesia (Forum Aktif Menulis Indonesia), menuliskan tanggapannya di tulisan saya terdahulu. Merangkai hikmah, menuliskan pengalaman.

“Menulis dan belajar, dua sisi mata uang yang menurut saya berkait erat.”

Sejatinya, tulisan merangkai hikmah, menuliskan pengalaman, dimaksudkan untuk mengajak pembaca menuliskan pengalaman serta pengetahuannya. Hingga pembaca lainnya bisa belajar dari pengalaman si penulis, bahkan, ikut terpacu pula menuliskan pengalamannya. Dari hal tersebut, saya percaya bisa menimbulkan  “bola salju menuliskan pengalaman”.  Snowball Effect of Writing Experience. (more…)

Merangkai Hikmah, Menuliskan Pengalaman

 

Jika ada istilah, “pengalaman ialah guru”, kenapa tidak menuliskannya?

–Syamsuwal Qomar–

SQ. Sebagai pembelajar dalam dunia menulis, sudah semestinya saya memiliki rukun yang harus ditunaikan. Satu diantara rukun itu ialah, mengunjungi toko buku. Tempat yang bagus bagi saya untuk “bertapa”. Memancing lahirnya ide-ide menulis sesuatu.

Nah, saat wiken kemarin, saya mengunjungi Gramedia Duta Mall di Banjarmasin, dan menemui sebuah buku dengan kover unik yang menyita perhatian saya. Buku yang akhirnya saya beli. Buku Kicau Kacau yang ditulis Indra Herlambang, presenter Insert di Trans TV.

Ini ialah buku yang membingkai pengalaman pribadi Indra. Berkisah tentang pengalamannya dalam bekerja, bergaul, sampai kisah kehidupan bersama keluarganya.  Ada hal-hal yang menurut saya menarik.  Tentu saja, saya membelinya  bukan karena saya penggemarnya,  apalagi acara gosip. (Atau diam-diam sebenarnya begitu…ha-ha-ha-ha). Yang menarik saya pastinya, ialah isinya. (more…)