Menemukan & Memenej Ide Menulis

SQ. Idea is a feat of association

Ide ialah keberhasilan dari penyatuan

“Aduh, lagi nggak ada ide nih.” Mungkin ini curhat yang paling “hot” di antara seluruh penggiat kreativitas menulis. Bayangkan saat anda dituntut harus kreatif, menulis sesuatu misalnya, sebagai pekerjaan jurnalistik, update tulisan agar blog anda SEO friendly, atau tugas artikel dalam kuliah. Eh, ide yang di nanti tak kunjung tiba. Kenapa juga harus dinanti. Hehehe. Lalu? Apa yang mestinya di lakukan?

Yaaa, mungkin kita harus bikin kopi dulu, atau menghabiskan beberapa batang rokok, menunggu inspirasi datang. Hahahaha.

Menemukan ide memang tantangan tersendiri dalam berkarya. Ide begitu misterius. Mudah berubah dan cepat melesat, sehingga mau tak mau, perlu respon cepat menangkapnya. Kita tidak tahu kapan sebuah momen seperti, “uereka, saya menemukannya!” terjadi. Maka tak jarang, selalu ada pesan-pesan kreatif agar kita selalu membawa pulpen dan kertas ke mana saja. Untuk menangkap dan memenjarakan ide dalam tulisan sebelum lesatannya menghilang. Cieee.

Standar penilaian ide juga unik. Begitu banyak momentum kejadian yang menimpa kita, yang bisa menjadi ide. Namun tak jarang semuanya terlewatkan begitu saja. Tak ada yang salah, karena memang level pemikiran setiap individu tentang sesuatu berbeda-beda. Mungkin hal-hal yang kita anggap menarik hanya sedikit di jumpai. Sehingga semua rangkaiannya tidak pernah utuh menjadi ide.

Izinkan saya membagikan informasi yang saya kombinasikan dari pemikiran Pak Bambang Trim dalam bukunya, Saya Bermimpi Menulis Buku. Motivasi dan inspirasi seseorang mengail ide, biasanya dipengaruhi kemampuan berinteraksi dengan sesama. Jalinan pertemanan memang berguna untuk sharing pengalaman dan pengetahuan. Dan ide sering datang saat kita menyumbangkan pendapat pada teman-teman yang memerlukan informasi.

Dalam  hal ini, saya sudah di jalan yang benar. Heleh. Tapi sungguh jujur, teman-teman online dan blogger sering menginspirasi saya melalui pendapat-pendapat dan tulisan-tulisannya. Tak jarang, selalu ada posting atau note yang membuat saya terenyuh, tergugah, bahkan tiba-tiba terhenti sejenak untuk berpikir, “wow..kalau saja ide ini bisa menjadi buku atau novel.”

Ide menarik juga sering singgah saat menemui hal-hal aneh, kontroversial, dan belum terungkap. Saya ingat tulisan pertama saya di Banjarmasin Post. Waktu itu daerah saya di landa kabut asap akibat kebakaran hutan. Jarak pandang di siang hari hanya beberapa meter, sehingga banyak kecelakaan terjadi.

Iseng-iseng, saya menguping pembicaraan di warung dekat rumah saya. Kata bapak Ustadz, ini sudah dekat akhir zaman, makanya asap banyak bermunculan menutup bumi. Heee..saya jadi penasaran, masa iya sih seperti itu? Saya pun mengubek-ubek pustaka pribadi, dan akhirnya ketemu buku “Tanda-Tanda Akhir Zaman”. Buku yang membahas hal tersebut.

Saya pun penasaran, dan tertarik menuangkannya dalam tulisan. Walhasil, saya pun memburu berbagai data tentang kabut asap, bencana alam lainnya, serta kepercayaan kapan terjadinya Hari Kiamat. Walhasil, tulisan pun jadi dengan judul Kabut Asap Fenomena Akhir Zaman? Dikirim ke redaksi Banjarmasin Post, dan dalam waktu dua minggu, saya pun tidak menyangka, ternyata di muat. Lumayan, honor yang di terima 100 ribu, merupakan uang pertama yang saya hasilkan lewat tulisan. Jadi terharu mengingatnya. Hehehe

Namun, bila sudah juga bercengkrama di dunia maya, berdiskusi dengan teman-teman soal kreatifitas, baca buku, bahkan hang out di Gramedia untuk memotivasi diri, tetap tidak ampuh bagi saya menemukan ide. Saya memilih pulang. Bertafakur di rumah, berbicara dengan diri sendiri dan melakukan rethinking ide.

Rethinking idea ini berupa Brainstorming. Mungkin kawan-kawan yang bergelut di dunia promosi & kreatif publishing sudah sangat akrab dengan metode ini. Brainstorming berarti menumpahkan semua isi otak apapun itu. Hahaha. Artinya, terlepas sebuah pengalaman atau pengetahuan yang di jumpai menarik atau tidak, perlu dituangkan sebanyak mungkin.

Umumnya, ide-ide hasil brainstorming berkisar hal-hal sederhana dan yang menjadi kesukaan kita. Namun hebatnya, bila di menej dengan baik bisa menjadi mahakarya. Banyak  karya besar yang bertolak dari hal-hal sederhana, Stephen Covey misalnya, melakukan studi dari kehidupan sehari-hari sehingga buku-bukunya melegenda. Di Indonesia, saya punya buku favorit Setengah Isi Setengah Kosong yang ditulis Parlindungan Marpaung. Isinya catatan-catatan mencerahkan yang mengambil makna sewaktu kita berinteraksi sesama.

Karya-karya ini pula yang menjadi inspirasi bagi saya. Memberikan arti kepada saya bahwa jangan pernah menganggap sepele sebuah ide. Sebuah ide bisa saja dianggap konyol, karena terlalu prematur, terlalu lembut, terlalu kasar, terlalu gila, terlalu ekstrem. Namun bila ia  berkombinasi dengan ide lainnya, terangkai secara sistematis, hingga bertransformasi dan mampu menyentuh nurani manusia, sang ide pun menjadi bombastis dan fantastis.

Ide tentang penyihir dengan bekas luka petir di keningnya, harus berjuang dulu dengan di anggap konyol dan terlalu imajiner, sebelum akhirnya menjadi superstar. Sebelum masanya, gagasan tentang Heliosentris juga tidak serta merta diterima. Namun sekarang, hal itu diakui sebagai fakta sesuai ilmu pengetahuan yang mempelajarinya.

Maka sah lah ketetapan kalau “Idea is a feat of association” ide ialah keberhasilan dari penyatuan. Bersatu ide teguh, bercerai ide runtuh. Hehehe. Ide tidak mesti selalu unik. Cara kreator memenejnya juga dapat membuat ide itu unik. Ide selalu hadir setiap waktu. Di tulisan, perbincangan, hingga pembelajaran terhadap pengalaman. Maka bagi teman-teman yang mengucapkan “Aduh, lagi nggak ada ide nih.” Selamat berburu, selamat menemukan ide, dan semoga bisa mewujudkannya menjadi karya. Amien

 

 

Tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

34 Responses to Menemukan & Memenej Ide Menulis

  1. namakuananda says:

    he’em, bikin kopi dulu sama indomie ya mas, biar ada ide untuk koment di postingan ini. apik tenan, nyambung.

    salam kreatif slalu :)

  2. warsito says:

    memang betul gan ide kadang muncul begitu aja dan hilang juga demikian makasih sobat sharingnya

  3. SQ says:

    @Namaku: Hahahaha.. :lol: jangan lama-lama loh..saya tunggu komentnya lagi..hihihihi

    @Warsito: Sama-sama Agan, terima kasih sudah berkunjung :)

  4. rahad2six says:

    iya ya, kadang2 ide itu bisa muncul tiba2 waktu kita lg merenung di kamar mandi sambil buang setoran rutin :D
    tapi kalo udah ditulisin, ide2 itu langsung mengalir begitu aja di selembar sheet microsoft word :D

  5. syavia says:

    setuju!!!
    kadang kita bisa melihat sesuatu dan mendapatkan berbagai ide karenanya…tp kdg walaupun sudah melihat berbagai hal , ide tak jg kunjung mencolek… kayanya emang harus open mind, open ear to hear d newest thing….
    ^_^

  6. choirul says:

    semoga bisa mendapatkan ide dengan mudah dengan membaca postingan ini

  7. Zippy says:

    Yup, setuju banget.
    Ide bisa muncul dimana saja dan kapan saja.
    Sekarang, ide yang unik cenderung lebih banyak yang suka. :D
    Apalagi idenya orisinil :)

  8. alamendah says:

    Saya malah termasuk orang yang sering gak bisa menangkap ide-ide yang berseliweran di sekitar saya. Apalagi kalau pekerjaan yang banyak-banyaknya dan dikejar deadline.

  9. guru rusydi says:

    itu sebabnya saya beberapa kali bilang ke murid2, “jangan takut menjadi pribadi yang berbeda yang positif.” karena ide kreatif muncul karena kita berani untuk tampil beda. nice post

  10. TuSuda says:

    Betul Mas…berbagai ide kreatif seringkali bermunculan, maka keberhasilan menyatukan dan meramunya menjadi karya cipta yang unik akan menghasilkan nilai tambah tersendiri.
    SALAM Hangat dari Kendari… 8)

  11. PusKel says:

    Adanya bermacam ide tulisan kadangkala tergantung kesempatan dan kejelian kita dalam menuangkannya menjadi opini yang menarik.
    SALAM Kenal… 8)

  12. Mabruri says:

    salaam mas…..

    pagi2 mau nyimak2 dulu yang disajikan di sini, kayanya seminggu berlalu banyak info2 menarik yg saya lewatkan… :)

    salaam

  13. Ifan Jayadi says:

    Kalau saya pribadi, mungkin ada ide2 yang berseliweran di otak. Tapi sayang kadang bingung mau mengembangkannya itu seperti apa. Alhasil, cuma tersimpan saja dan tidak diapa-apakan :(

  14. eddy says:

    Wew…Biasa kalau Ide itu datang2 tiba-tiba di kepala saya, namun saya berniat untuk melakukan Ide tersebut tetapi kebanyak Ide tersebut hanya terbuang begitu saja,,,Mungkin saya kurang memperhatikannya,,,Dan saya coba baca2 baik nich Postingan,,,,,,,,saya dapat mamfaatnya itu,,Terima kasih Buat Yang punya blog ini ?

  15. M A Vip says:

    soal ide bagi saya soal yang menjengkelkan, karena ketika memikirkan sesuatu yang saya anggap menarik dan mungkin itu ide bagus biasanya langsung ngantuk. maka saya lebih sering melakukan sesuatu sesuai mood.

  16. bolpoin dan kertas….
    wah wah…
    akan selalu kuingat itu di dalam perjalanan nantinya ^__^

    salam sore… ^_^

  17. SQ says:

    @ Rahad2six: Hihihi..Analoginya jadi mirip gan. :) mengeluarkan ide menjadi tulisan, seperti mengeluarkan setoran rutin…duuuh leganyaa.. baik ide maupun “itu” langsung mengalir dan wassalam.. :lol: hihihi dasar jorok ****

    @ Syavia: Trims :) Yap. Nice term. Open mind to see and hear..melihat dan melihat lagi, hingga ditemui hal-hal yang bisa dikombinasikan. Salam Kreatif :)

    @ Choirul: Amien, mas Chairul :)

    @ Zippy: Semakin unik ide, semakin menantang untuk dilahirkan :) terima kasih pencerahannya mas Zippy. Menarik untuk ide posting saya selanjutnya :)

    @ Alamendah: Problema yang juga sering saya alami Mas Alam :) . Makanya saya menulis artikel ini untuk memotivasi diri..keep spirit.. Salam Kreatif :)

    @ Guru Rusydi: Terima kasih pak :) . Saya juga suka gemas liat anak-anak, ada saja tingkah polah kreatif dalam diri mereka. Tanpa takut ini itu, mestinya diri ini banyak belajar dari mereka. Jangan sampai, lah… ke pribadian positif nan kreatif mereka luntur setelah bertambahnya usia.. Saya suka koment nya..Berani tampil beda.. Salam Kreatif :)

    @ Tusuda: Begitulah Mas Tusuda, amien, mudah-mudahan semakin banyak karya kreatif anak negeri ini bermunculan :) Salam Lebih Hangat dari Kalsel :)

    @ Puskel: Yup. Di sinilah letak kemampuan karyawan (orang yang menghasilkan dan menyampaikan karya..hahaha) :lol: di uji mas. terima kasih. komentnya menyumbang punda pundi ide saya di tulisan mendatang :)

    @ Mabruri: Salaaaam mas Maburi, silahkan liat-liat mas.. Selamat menikmati hehehe :)

    @ Ifan: Mungkin bisa dimulai dari yang sederhana dulu Bang Ifan :) . Sayang dunk ide-idenya.. Terima kasih share pendapatnya :)

    @ Eddy: Terima kasih agan Eddy. Alhamdulillah kalau tulisan ini bisa menjadi share bermakna. Selamat menuliskan idenya..keep moving :)

    @ M A Vip: Mungkin idenya bisa bermula dari hal-hal yang disenangi mas, yang nggk bikin ngantuk dan sesuai mood :)

    @ wiedesignarch: Sama-sama..terima kasih sudah berkunjung ^_^

  18. iam says:

    huaaah pengen banget mas, saya bikin buku. Tapi menulis saya masih kurang mas. Masih harus belajar banyak >.<

    • sqolbu says:

      Yap..Sama-sama ngumpulin tulisan agan I’am.. Tulisan agan asyik-asyik tuh.. Gokil bin ajaib, hehehe…saya suka sudut pandangnya dalam banyak hal..yuk,Kita kreasikan dari blog kita, biar bisa ditarik garis besarnya nanti, di bikin per bab, jadi deh naskah nya.

  19. achoey says:

    Kita percaya
    Mudah melahirkan ide
    Tapi sayang kita seringkali berhenti pada megeluarkan ide :)

  20. MENONE says:

    mbener nich saat ga ad ide ato pas malas bgt……hmmmmm diapa2in ttp az ga muncul idenya hahahahahahaha…. klo dah gt paling q keluar nyari angin jalan2……. plus lihat2 hehehehehehehehe

    salam persahabatan selalu dr MENONE

  21. fitr4y says:

    ini qu bwt koment ja gk ada ide,, mw koment apa ..

  22. iam says:

    Wah haha bisa aja si agan XD
    Iya gan, saya juga udah ada niatan mau bikin buku dari blog :D
    Ayo gan kita berjuang sama2 :D

  23. SQ says:

    @ Achoey: Trims sobat Achoey, itu mencerahkan saya :)

    @ MENONE: Liat-liat apa bang Menone, jangan-jangan….hehehehe :)

    @Fitr4y: Ditunggu kalo sudah ada ide mbak :)

    @ Iam: Ayoooooo….Hidup..Berjuang.. apa seh :mrgreen:

  24. sedjatee says:

    ide adalah sebuah aset yang mahal
    bagi saya, mencari ide itu sulit
    thanks pencerahannya, Kang…

    sedj

  25. iam says:

    Wahaha dasar si agan :D
    Mudah2an ada penerbit buka yang sudih mau nerbitin naskah saya nantinya :p

  26. iam says:

    Hehe mampir ah mas, wehehe :D

  27. Tyas Medika says:

    Dapetin Ide kreatif memang gampang2 susah…Kalo saya harus jalan2 dulu buat dapet ide…karena kalo ngopi takut mAagnya kambuh…hehe..
    Terus Berkarya!

  28. Tulisan saya pun belum tentu berasal dari satu ide saja kang. Terkadang satu ide gak jadi sebuah tulisan karena keburu kesusul ide lain yang lebih menarik untuk diproses.

  29. Mbaheariel says:

    Tulisannya OK mas brow…emang kadang ide datang dan pergi bgtu aja,datang g dijemput pulang g dianter!!

  30. nufira says:

    waaawww great!
    saya sering merasa ide itu melintas di pikiran secepat kereta yang lewat, kalo tidak segera ditangkap dengan menuliskanya sudah deh…
    menanti kereta berikutnya.

  31. saadillah says:

    paragraf yang saya suka dari artikl sahabat

    Saya pun penasaran, dan tertarik menuangkannya dalam tulisan. Walhasil, saya pun memburu berbagai data tentang kabut asap, bencana alam lainnya, serta kepercayaan kapan terjadinya Hari Kiamat. Walhasil, tulisan pun jadi dengan judul Kabut Asap Fenomena Akhir Zaman? Dikirim ke redaksi Banjarmasin Post, dan dalam waktu dua minggu, saya pun tidak menyangka, ternyata di muat. Lumayan, honor yang di terima 100 ribu, merupakan uang pertama yang saya hasilkan lewat tulisan. Jadi terharu mengingatnya. Hehehe

    mantap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>